Inkubator Bayi : Pengertian & Fungsi Terlengkap

Inkubator Bayi – lahirnya bayi dengan kondisi yang baik merupakan dambaan setiap bunda. Tentu, seorang bunda akan khawatir jika bayinya mengalami hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya saja ketika seorang bayi lahir dengan premature, mungkin bunda akan khawatir. Karena itu, agar bayi premature tetap hidup normal, proses incubator mesti dilakukan.

Seorang bayi yang lahir dengan premature dan bertubuh kecil sangat membutuhkan sebuah tempat yang suhu ruangannya konstan.

Itu berarti, ruangan tersebut harus stabil. Oleh sebab itu, incubator bayi sengaja didesain untuk membuat tubuh bayi merasa hangat dengan suhu stabil.

Perlu kita ketahui, sebetulnya untuk menghangatkan bayi ada beberapa cara yaitu kangaroo mother care, skin to skin contact, pemancar panas dan melalui ruangan dengan suhu hangat yang konstan seperti inkubator ini.

Dalam inkubator bayi, ada dua bagian boks control. Boks pertama terdapat di bagian atas yang padanya diletakkan controller, sensor serta beberapa rangkaian alat elektronik medis lain.

Sementara boks kedua, berada di bagian bawah yang padanya terdapat tiga bagian utama yaitu wadah air, heater dan kipas.

Fungsi Inkubator Bayi

pengertian inkubator bayi

inkubator bayi

Incubator bayi dengan suhu yang stabil atau bisa juga konstan, memiliki beberapa fungsi bagi bayi di dalam boks tidurnya. Fungsi-funsi ini sangat penting baik bagi mahasiswa, praktisi dan setiap orang yang sedang belajar ilmu medis. di bawah ini beberapa fungsi inkubator bayi. Di antaranya adalah sebagai berikut :

1. Memberikan oksigenasi 

Fungsi inkubator pertama adalah sebagai oksigenasi. Ketika bayi lahir, ia butuh adaptasi dengan lingkungan baru, lingkungan baru ini butuh ‘bersahabat’ dengan bayi terutama soal pernafasan. Terutama bayi yang lahirnya premature, proses adaptasi itu bisa dilalui melalui ikubator. Jika tidak, khawatir bayi premature malah meninggal dunia.

Pada bagian inkubator bayi, sengaja didesain untuk mengantarkan oksigen yang baik untuk bayi. Oleh sebab itu, proses oksigenasi akan berjalan dengan lancar sehingga keberlangsungan hidup bayi benar-benar terjaga. Ingat, bayi yang lahir premature sangat membutuhkan penanganan lebih, proses inkubator menjadi sangat penting.

2. Melindungi bayi 

Ketika bayi lahir ke dunia, kondisi tubuhnya sangat lemah, rentang dengan berbagai ganguan. Apalagi pada beberapa kasus, seperti bayi premature, kondisinya sangat sangat membutuhkan proteksi dan penjagaan yang lebih ekstra. Karena itu, sebagaimana kami katakan di atas, inkubator dibuat untuk melindungi bayi.

BACA   3 Jenis Alat Pengukur Tekanan Darah (Tensimeter)

Sebagaimana diketahui, inkubator didesain untuk menjaga bayi termasuk melindungi dari bakteri, iritasi, allergen dan kemungkinan infeksi. Bentuknya kotak dan lengkap dengan lingkaran sangat mudah memberikan kenyamanan untuk istirahat bayi. Sekali lagi, inkubator sangat membantu menjaga kesehatan bayi.

3. Memberikan kontrol terhadap bayi 

Inkubator memiliki dua boks, atas dan bawah. Pada inkubator terdapat alat-alat medis yang digunakan untuk memonitoring bayi. Di antaranya memonitoring kerja otak, darah, jantung, suhu dan organ vital. Dengan inkubator ini, dokter dapat dengan mudah mengetahi perkembangan kesehatan bayi.

Prinsip Kerja Inkubator Bayi

pengertian inkubator bayi

cara kerja inkubator

Cara kerja inkubator bayi bertumpu pada tiga prinsip. Pengertian sederhananya hanya bertumpu pada tiga hal, yaitu oksigen, suhu dan kelembapan. Ketiga hal ini menyerupai kondisi di dalam kandungan ibu si bayi ketika mengandung. Hanya saja ada perbedaan yaitu, ketiga hal itu lebih pada proyeksi manusia melalui alat control.

Agar prinsip tersebut mencapai sempurna, setidaknya inkubator harus dilengkapi dengan beberapa hal seperti di bawah ini:

  • Heater, fungsinya untuk menghasilkan suhu panas
  • Kontrol, fungsinya untuk mengatur, suhu aliran udara dan kelembapan
  • Blower, fungsinya untuk mendistribusikan panas ke seluruh bagian boks
  • Alarm, alat yang akan menyala ketika hal-hal yang tidak diinginkan terjadi
  • Display, alat yang digunakan untuk menampilkan kondisi keseluruhan
  • Chamber, sebagai boks tidur.

Keenam instrument ini mesti ada pada inkubator agar berjalan normal seperti yang dikehendaki. Kelengkapan itu juga sebagai standar normal tidaknya inkubator. Berikutnya kami paparkan cara menggunakan inkubator, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Bersihkan inkubator setiap hari dan berikan desinfektan sebelum digunakan
  • Gunakan kain bersih penutup matras setiap inkubator digunakan
  • Periska thermometer
  • Lakukan pemanasan secukupnya
  • Inkubator harus terhubung dengan catu daya
  • Cukup tekan tombol on of untuk menyalakan inkubator
  • Jangan lupa mematikan mesin saat tidak digunakan
  • Lepaskan inkubator bayi dari catu daya saat tidak digunakan.

Biaya untuk Inkubator Bayi

pengertian inkubator bayi

biaya untuk inkubator

Biaya melakukan inkubator tidak murah. Padahal setiap bayi yang lahir berhak untuk hidup. Sehat atau premature. Sebagaimana tulisan di awal, tidak sedikit bayi meninggal karena lahir premature. Lalu ketika bundanya ingin melakukan proses inkubator, mereka terhalang oleh dana. Karena itu, ada tempat melakukan inkubator bayi selain RS.

BACA   Mikroskop Digital : Pengertian, Fungsi dan Harga

Misalnya anda bisa melakukannya di Yayasan Bayi Prematur Indonesia atau YABAPI. Di yayasan ini, anda tidak dipungut biaya alias gratis. Mereka lakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Sebagai info tambahan, biaya inkubator bayi di rumah sakit bisa tembus puluhan juta. Biasanya berkisar sekitar 30 jutaan untuk waktu sebulan. Dalam rentang waktu ini, bayi premature butuh perawatan. Biasanya perawatan ini disebut dengan Neonatal Intensive Care Unit atau disingkat NICU, yakni tabung inkubator selama 1 bulan penuh.

BACA : Ciri – Ciri Kehamilan yang Wajib Anda Ketahui

Jenis-Jenis Inkubator Bayi

pengertian inkubator bayi

jenis-jenis inkubator bayi

Berikut ini akan kami sharingkan pula beberapa jenis inkubator bayi berdasarkan varian tipenya. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Infant Incubator

Tipe inkubator ini lebih menyerupai rahim sang ibu. Dengan begitu, bayi akan merasa nyaman dan terjaga kehangatannya. Hanya saja, inkubator ini memiliki kekurangan yaitu tutup boks tidur acap kali mengganggu akses dokter atau para perawat untuk menjangkau bayi.

2. Radiant Warmer Incubator

Ciri-ciri tipe inkubator ini terdapat alat penghantar panas yang terletak di bagian atas boks tidur bayi. Selain heater yang terletak tinggi diatas bayi, bayi pun akan ditempel sensor-sensor panas langsung pada permukaan kulitnya. Dengan sensor-sensor ini, panas dapat dialirkan. Dengan pengaliran panas oleh sensor, suhu bayi menjadi stabil.

Kelebihan dari inkubator jenis ini yakni dokter mudah menjangkau bayi karena inkubator ini tidak terdapat tutup boks. Hanya saja, justru ketika tidak ada penutup khawatir terkena infeksi atau gangguan kenyamanan lainnya termasuk allergen yang diniliai menjadi lebih tinggi. Selain itu, kelembapan boks juga akan sulit diatur.

3. Transport Incubator

Inkubator jenis ini memiliki tipe yang sama dengan infant incubator biasanya. Hanya saja, transport incubator dilengkapi dengan roda. Berdasarkan namanya, inkubator ini digunakan saat bayi membutuhkan perawatan intensif. Inkubator jenis ini juga memiliki sumber energi yang berbeda dari inkubator jenis lainnya, yakni baterai.

Demikian penjelasan yang cukup singkat dan memadai mengenai inkubator bayi. Semoga bermanfaat buat para pembaca, ya. Pun dengan para mahasiswa dan praktisi, barangkali tulisan ini menjada tambahan referensi makalah atau sejenisnya. Demikian terima kasih.

Baca : Alat-Alat Kesehatan Terlengkap

Leave a Reply